Langsung ke konten utama

APA ITU VIRUS CORONA, INI PENJELASAN PARA PAKAR

Sejarah Perkembangan Virus Corona

Nama Corona diambil dari Bahasa Latin yang berarti mahkota, sebab bentuk virus corona memiliki paku yang menonjol menyerupai mahkota dan korona matahari. Para ilmuan  pertama kali mengisolasi virus corona pada tahun 1937 yang menyebabkan penyakit bronkitis menular pada unggas.

Kemudian pada tahun 1965, dua orang peneliti Tyrrell dan Bynoe menemukan bukti virus corona pada manusia yang sedang flu biasa, melalui kultur organ trakea embrionik yang diperoleh dari saluran pernapasan orang flu tersebut.

Pada akhir 1960-an, Tyrrell memimpin sekelompok ahli virologi yang meneliti strain virus pada manusia dan hewan. Di antaranya termasuk virus infeksi bronkitis, virus hepatitis tikus dan virus gastroenteritis babi yang dapat ditularkan, yang semuanya telah ditunjukkan secara morfologis sama seperti yang terlihat melalui mikroskop elektron. Kelompok virus baru yang bernama virus corona, kemudian secara resmi diterima sebagai genus virus baru.

Virus Corona masuk dalam subfamili  Coronavirinae dalam keluarga Coronaviridae. Berbagai jenis virus corona pada manusia bervariasi dari tingkat keparahan gejala hingga kecepatan menyebar.

Dokter saat ini mengenali tujuh jenis virus corona yang dapat menginfeksi manusia. Jenis yang paling umum yaitu:

229E (alpha coronavirus)
NL63 (alpha coronavirus)
OC43 (beta coronavirus)
HKU1 (beta coronavirus)
Strain lain yang sebenarnya cukup jarang malah menyebabkan komplikasi yang lebih parah yaitu MERS-CoV, yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan SARS-CoV, virus yang bertanggung jawab atas Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Pada akhir Desember 2019, jenis baru yang disebut SARS-CoV-2 mulai beredar, yang kemudian menyebabkan penyakit dan dikenal sebagai COVID-19.

SARS coronavirus (SARS-CoV) adalah virus yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2003. SARS-CoV dianggap sebagai virus yang dibawa dari hewan yang diduga kelelawar dan menyebar ke hewan lain (luwak) serta manusia. Infeksi pertama pada manusia terjadi di provinsi Guangdong, Cina Selatan pada tahun 2002.

Dalam beberapa bulan, SARS menyebar ke lebih dari dua lusin negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia. Saat epidemi tersebut, virus telah menyebar ke lebih dari 8.000 orang di seluruh dunia dan membunuh hampir 800 orang.

Pada saat itu, pemerintah Cina dikritik karena merespons secara perlahan terhadap wabah tersebut dan menyembunyikan keseriusan penyakit tersebut.

Dikutip dari Healthline, salah satu perubahan terbesar sejak SARS adalah kemajuan dalam teknologi yang dibutuhkan untuk memahami virus dan mengembangkan tes atau perawatan diagnostik.

Pada bulan Januari, para ilmuwan Cina telah mengurutkan virus, yang pertama kali muncul pada bulan Desember. Mereka juga membuat informasi itu tersedia bagi para ilmuwan di seluruh dunia. Dengan SARS, para ilmuwan butuh sekitar 5 bulan untuk mengidentifikasi virus setelah mulai menyebar.

Komplikasi lebih mungkin terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, dan setengah dari semua orang yang  berusia di atas 65 tahun yang menjadi sakit tidak bertahan hidup. Pihak berwenang akhirnya mengendalikan SARS pada Juli 2003.

Middle East Respiratory Syndrome  (MERS) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona (Middle East respiratory syndrome syndrome, atau MERS-CoV) yang pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada 2012.

Beberapa kasus infeksi MERS-CoV yang dikonfirmasi di laboratorium dilaporkan tidak menunjukkan gejala, artinya mereka tidak memiliki gejala klinis, namun mereka positif terinfeksi MERS-CoV setelah menjalani tes laboratorium.

Gejala MERS yang khas termasuk demam, batuk dan sesak napas. Pneumonia umum terjadi, tetapi tidak selalu ada. Gejala gastrointestinal, termasuk diare, juga telah dilaporkan.

Meskipun sebagian besar kasus manusia dari infeksi MERS-CoV telah dikaitkan dengan infeksi manusia ke manusia menurut kesehatan, bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa unta dromedaris adalah inang utama untuk MERS-CoV dan sumber hewan dari infeksi MERS pada manusia.

Namun, peran pasti unta dromedaris dalam penularan virus dan rute penularan yang pasti belum diketahui. Asal-usul virus tidak sepenuhnya dipahami tetapi, menurut analisis dari genom virus yang berbeda, diyakini bahwa itu mungkin berasal dari kelelawar dan ditransmisikan ke unta di masa lalu.

Virus corona yang pertama kali muncul dan menyebar ke manusia berasal dari kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Setelah ditelusuri, ternyata beberapa orang yang terinfeksi memiliki riwayat yang sama, yaitu mengunjungi pasar basah makanan laut dan hewan lokal di Wuhan.

Dilansir dari The New York Times, pasar kemudian ditutup dan didesinfeksi, sehingga hampir tidak mungkin untuk menyelidiki hewan mana yang mungkin merupakan asal mula yang tepat. Kelelawar dianggap sebagai sumber yang memungkinkan, karena mereka telah berevolusi untuk hidup berdampingan dengan banyak virus, dan mereka ditemukan sebagai titik awal untuk SARS.

Ada juga kemungkinan bahwa kelelawar menularkan virus ke hewan peralihan, seperti trenggiling, yang dikonsumsi sebagai makanan lezat di beberapa bagian wilayah di Cina, dan mungkin kemudian menularkan virus ke manusia.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa virus ini memiliki urutan sekuens genetik yang mirip 88% dengan virus corona dari kelelawar. Hal itu menjadi dugaan sementara dari mana virus corona muncul.

Gejala COVID-19

Gejala virus corona baru (COVID019) cukup bervariasi dariorang ke orang yang terinfeksi.Beberapa mungkin menghasilkan sedikit gejala atau tanpa gejala.Namun, ada pula yang dapat menyebabkan penyakit parah dan mungkin berakibat fatal.Gejala umum meliputi:
demam, sesak napas dan batuk
Saat ini belum ada vaksin untuk 

COVID-19. 
Namun, para ilmuwan  sekarang telah mereplikasi virus, sehingga dapat memungkinkan untuk mendeteksi dini dan melakukan pengobatan pada orang yang memiliki virus tetapi belum menunjukkan gejala.

National Instutes of Health (NIH) menyatakan bahwa beberapa kelompok orang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi akibat COVID-19. Kelompok-kelompok ini di antaranya.

anak muda, orang berusia 65 tahun atau lebih, wanita yang sedang hamil

Pencegahan Penyebaran Virus Corona Menurut CDC

sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik
hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci
hindari kontak dekat dengan orang yang sakit. Lindungi orang lain saat Anda sakit dengan memakai masker maupun karantina mandiri
Menstertilkan benda yang dipegang oleh banyak orang seperti gagang pintu, remote TV, dan lain-lain.

Dikutip dari : Merdeka.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

USIA RATUSAN TAHUN, RUMAH ADAT SENTAJO MASIH BERDIRI KOKOH

ADVETORIAL  SENTAJO RAYA - Meski sudah berumur ratusan tahun, keberadaan Rumah Adat (Rumah Godang) Kenegerian Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau hingga kini masih tampak berdiri tokoh.   Rumah Adat Kenegerian Sentajo yang terletak di Desa Koto Sentajo saat ini berjumlah sebanyak  27 rumah Adat.  Adapun suku yang ada di Kenegerian Sentajo ini sebanyak 4 suku yakni : 1. Suku Caniago 2. Suku Melayu 3. Suku Paliang dan 4. Suku Patopang Dengan sudah berkembangnya populasi Cucu - kemenakan maka Suku Paliang terbagi menjadi Suku Paliang Lowe, Paliang Soni dan Suku Paliang Tanjung namun Dt.Penghulunya, (Pangulu) tetap satu.  JUMLAH RUMAH ADAT Adapun jumlah rumah adat tersebut dari masing- masing suku yakni : 1. Suku Patopang       : 3 unit 2. Suku Piliang soni    : 6 unit 3. Suku Piliang Lowe  : 3 unit 4. Suku Melayu            : 6 unit 5. Suku ...

PAWAI TAKBIR IDUL FITRI 1446 H BERGEMA KELILINGI DESA CAGAR BUDAYA KENEGERIAN SENTAJO

Sentajo Raya - Sudah tradisi setiap malam hari Raya Idul Fitri di isi dengan kegiatan malam takbiran keliling diseluruh pelosok tanah air. Hal tersebut juga dilaksanakan di Desa Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi, pawai takbir Idul Fitri 1446 H menggelingi Desa Cagar Budaya Kenegerian Sentajo Ahad malam (30/3/2025). Foto : H. Bahmada bersama Ketua BPD Koto Sentajo menyulut Obor pertanda dilepasnya Pawai Takbir Idul Fitri 1446 H Desa Koto Sentajo (30/3/2025).  Saat acara Pembukaan pawai Takbir, Pj. Kepala Desa Koto Sentajo H. Bahmada A.Md dalam arahannya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Remaja Masjid Usang Raudhatul Jannah yang telah melaksanakan kegiatan Pawai Takbir Idul Fitri 1446 H.  Pawai takbir ini sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan dan kemenangan umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.  Mari kita rayakan hari kemenangan ini dengan penuh kegembiraan serta tetap menjaga nilai-nila...

MTQ TINGKAT DESA & ANTAR DESA SE - KUANSING 2023 DI DESA PULAU KOPUNG SENTAJO BERLANSUNG MERIAH

SENTAJO   RAYA -  Bertempat di Masjid Al - Ikhlas H. Sukarmis Desa Pulau Kopung Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi Senin malam (17/4 /2023), Acara penutupan MTQ Tingkat Desa Dan Antar Desa Se - Kabupaten Kuantan Singingi  tahun 2023 di Desa Pulau Kopung Sentajo Berlansung Meriah.  Foto : Tampak Anggota DPRD Kuantan Singingi Romi Alfisah Putra SE, M.Si membuka secara resmi MTQ Tingkat Desa Dan Antar Desa Se - Kabupaten Kuantan Singingi di Desa Pulau Kopung Sentajo Tahun 2023.  Dikesempatan itu Kades Pulau Kopung Sentajo Jon Permas dalam arahannya menuturkan, Pelaksanaan MTQ tingkat Desa dan antar Desa se - Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2023 di Desa Pulau Kopung Sentajo merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang ditaja  rermaja Masjid Al - Ikhlas Pulau Kopung Sentajo.  Alhamdulillah,  MTQ ini dibuka oleh Anggota DPRD Kuantan Singingi Bapak Romi Alfisah Putra SE, M.Si berlangsung meriah dan dihadiri anggota BPD,...