Langsung ke konten utama

GUSTAF KASIBES : JANGANLAH MENJADI ORANG YANG BANGKRUT DIBULAN RAMADHAN

SANTAPAN ROHANI RAMADHAN 1442 H

Sentajo Raya - Bersua Bulan Ramadhan merupakan nikmat yang sangat besar. Akan tetapi orang yang mendapatkan nikmat yang besar ini, belum tentu dia menjadi manusia yang beruntung. Boleh jadi ada orang berjumpa dengan Ramadhan dan dia menjadi manusia yang merugi alias Orang yang bangkrut. 

Foto : Ust Gustaf Kasibes S. Ag
Memberikan santapan rohani Ramadhan 1442 H di Masjid Raudhatul Jannah Koto Sentajo Rabu malam (21/4/2021). 


Hal tersebut diungkapkan Gustaf Kasibes S.Ag saat memberikan santapan rohani Ramadhan 1442 H di Masjid Usang Raudhatul Jannah Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi Riau Rabu malam (21/4/2021) bertepatan 9 Ramadhan 1442 H. 

Dan sungguh betapa celakanya orang yang semacam ini. Allah berikan kepadanya nikmat yang besar, namun dia malah menjadi manusia yang celaka dalam nikmat besar dalam nikmat besar yang Allah berikan kepadanya.

Siapakah orang yang menjadi manusia yang celaka, manusia yang merugi, pada saat Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan nikmat besar kepadanya?

Hal ini telah Nabi jelaskan dalam satu hadits yang shahih diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“Sungguh celaka seorang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan itu berakhir dalam keadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala belum mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Tirmidzi)

Foto : Tampak Jemaah Masjid Raudhatul Jannah Koto Sentajo mendengarkan Santapan Rohani Ramadhan 1442 H. 

Manusia yang celaka di bulan Ramadhan, manusia yang celaka dalam keadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan nikmat yang besar untuk dirinya adalah orang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan namun ketika Ramadhan berakhir ternyata Allah Subhanahu wa Ta’ala belum mengampuni dosa-dosanya.

Padahal selama bulan Ramadhan terdapat banyak amal yang jika dikerjakan akan menyebabkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semisal amal berupa puasa. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berpuasa dengan motivasi yang benar karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah ampuni dosa-dosanya yang lewat.”

Foto : Tampak Jemaah Masjid Raudhatul Jannah Koto Sentajo mendengarkan Santapan Rohani Ramadhan 1442 H. 


Demikian juga Qiyam Ramadhan, Nabi katakan:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang shalat tarawih di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah ampuni dosa-dosanya yang lewat.”

Demikian juga shalat dimalam hari saat Lailatul Qadar. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيماناً واحْتِسَاباً، غُفِر لَهُ مَا تقدَّم مِنْ ذنْبِهِ

“Siapa yang mengerjakan shalat dimalam hari dan malam tersebut bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala ampuni dosa-dosa yang lewat.”

Terdapat banyak amal yang disyariatkan di bulan Ramadhan yang menjadi sebab terampuninya dosa. Namun ternyata ada orang yang Ramadhan berakhir dan Allah Subhanahu wa Ta’ala belum mengampuni dosa-dosanya. Maka sungguh dia adalah orang yang teledor, sungguh dia adalah orang yang ceroboh.

Waktu yang Allah berikan demikian panjang. Satu bulan lamanya, boleh jadi 29 hari, menjadi 30 hari. Ternyata dari sekian waktu lamanya ini dengan terdapat berbagai macam amal didalamnya yang itu adalah amal-amal yang menghapus dosa, ternyata tidak mendapatkan bagian dari orang-orang yang mendapatkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Foto : Tampak Jemaah Masjid Raudhatul Jannah Koto Sentajo mendengarkan Santapan Rohani Ramadhan 1442 H. 


Maka berarti, sungguh puasanya adalah puasa yang sangat tidak berkualitas, shalat malamnya adalah shalat malam yang betu-betul tidak ada nilainya dan tidak ada harganya, shalat tarawihnya adalah shalat tarawih yang tidak ada faidahnya, dia hanya mendapat capek saja dari shalat tarawih yang dia lakukan tersebut. Yang dia dapatkan dari puasa yang dia kerjakan hanya lapar dan dahaga semata.

Inilah manusia yang celaka pada saat Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan nikmat kepadanya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi kita semuanya dari keadaan tragis seperti ini.

Maka dari itu marilah kita semua senantiasa melaksanakan Puasa ini dengan baik dan benar agar dosa - dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT nantinya harap Gustaf Kasibes. 

Penulis : Madiyusman 
Wartawan : liputanoke.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

USIA RATUSAN TAHUN, RUMAH ADAT SENTAJO MASIH BERDIRI KOKOH

ADVETORIAL  SENTAJO RAYA - Meski sudah berumur ratusan tahun, keberadaan Rumah Adat (Rumah Godang) Kenegerian Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau hingga kini masih tampak berdiri tokoh.   Rumah Adat Kenegerian Sentajo yang terletak di Desa Koto Sentajo saat ini berjumlah sebanyak  27 rumah Adat.  Adapun suku yang ada di Kenegerian Sentajo ini sebanyak 4 suku yakni : 1. Suku Caniago 2. Suku Melayu 3. Suku Paliang dan 4. Suku Patopang Dengan sudah berkembangnya populasi Cucu - kemenakan maka Suku Paliang terbagi menjadi Suku Paliang Lowe, Paliang Soni dan Suku Paliang Tanjung namun Dt.Penghulunya, (Pangulu) tetap satu.  JUMLAH RUMAH ADAT Adapun jumlah rumah adat tersebut dari masing- masing suku yakni : 1. Suku Patopang       : 3 unit 2. Suku Piliang soni    : 6 unit 3. Suku Piliang Lowe  : 3 unit 4. Suku Melayu            : 6 unit 5. Suku ...

PAWAI TAKBIR IDUL FITRI 1446 H BERGEMA KELILINGI DESA CAGAR BUDAYA KENEGERIAN SENTAJO

Sentajo Raya - Sudah tradisi setiap malam hari Raya Idul Fitri di isi dengan kegiatan malam takbiran keliling diseluruh pelosok tanah air. Hal tersebut juga dilaksanakan di Desa Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi, pawai takbir Idul Fitri 1446 H menggelingi Desa Cagar Budaya Kenegerian Sentajo Ahad malam (30/3/2025). Foto : H. Bahmada bersama Ketua BPD Koto Sentajo menyulut Obor pertanda dilepasnya Pawai Takbir Idul Fitri 1446 H Desa Koto Sentajo (30/3/2025).  Saat acara Pembukaan pawai Takbir, Pj. Kepala Desa Koto Sentajo H. Bahmada A.Md dalam arahannya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Remaja Masjid Usang Raudhatul Jannah yang telah melaksanakan kegiatan Pawai Takbir Idul Fitri 1446 H.  Pawai takbir ini sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan dan kemenangan umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.  Mari kita rayakan hari kemenangan ini dengan penuh kegembiraan serta tetap menjaga nilai-nila...

MTQ TINGKAT DESA & ANTAR DESA SE - KUANSING 2023 DI DESA PULAU KOPUNG SENTAJO BERLANSUNG MERIAH

SENTAJO   RAYA -  Bertempat di Masjid Al - Ikhlas H. Sukarmis Desa Pulau Kopung Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi Senin malam (17/4 /2023), Acara penutupan MTQ Tingkat Desa Dan Antar Desa Se - Kabupaten Kuantan Singingi  tahun 2023 di Desa Pulau Kopung Sentajo Berlansung Meriah.  Foto : Tampak Anggota DPRD Kuantan Singingi Romi Alfisah Putra SE, M.Si membuka secara resmi MTQ Tingkat Desa Dan Antar Desa Se - Kabupaten Kuantan Singingi di Desa Pulau Kopung Sentajo Tahun 2023.  Dikesempatan itu Kades Pulau Kopung Sentajo Jon Permas dalam arahannya menuturkan, Pelaksanaan MTQ tingkat Desa dan antar Desa se - Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2023 di Desa Pulau Kopung Sentajo merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang ditaja  rermaja Masjid Al - Ikhlas Pulau Kopung Sentajo.  Alhamdulillah,  MTQ ini dibuka oleh Anggota DPRD Kuantan Singingi Bapak Romi Alfisah Putra SE, M.Si berlangsung meriah dan dihadiri anggota BPD,...